Bisnis MLM tetap menjadi salah satu sumber penghasilan terbaik

Baru-baru ini saya mendapat pertanyaan dari seorang teman yang menanyakan apakah bisnis MLM masih bisa diandalkan, baik oleh para anggotanya maupun perusahaan yang akan menerapkan pendekatan distribusi barang secara berjenjang ini. Jawaban saya sederhana saja. Saya katakan bahwa hampir tiap minggu ada perusahaan MLM baru yang muncul di Indonesia. Contohnya, bulan Maret yang lalu saya membantu distributor MLM baru dengan membuatkan website dengan namaNano-Patch.co.cc. Bahkan beberapa hari yang lalu ada teman yang menjadi perantara dari Pebisnis Malaysia yang minta dicarikan perusahaan MLM yang mau dijual. Tampaknya teman saya itu berencana untuk membangun sebuah MLM baru.

Tetapi ada sebuah pertanyaan penting, yang mungkin ditanyakan justru oleh calon distubutor MLM. Mereka biasanya menanyakan:

1. Apakah saya bisa mendapatkan penghasilan yang besar dan permanen?

Jawabannya, tentu saja bisa. Ada banyak orang yang menghasilkan arus kas yang relatif permanen di bisnis MLM.  Bahkan salah satu kelebihannya dibandingkan jenis usaha lain, arus kas itu bisa meningkat secara eksponensial. Artinya bukan meningkat secara gradual, tetapi naik dengan lonjakan seperti deret ukur, bukan deret hitung.

Memang, ada jauh lebih banyak distributor MLM yang penghasilannya rendah atau bahkan tidak cukup untuk tutup poin (TUPO), yaitu kewajiban untuk berhak menerima bonus dari jaringannya. Tetapi hal ini juga berlaku untuk bisnis apa pun, termasuk bisnis Internet.

2. Apakah MLM itu hanya menguntungkan sponsor yang ada di posisi atas?

Jawabannya, tentu saja tidak selalu. Bisa ya, bisa tidak. MLM menawarkan peluang yang setara. Tidak ditentukan oleh ras, jenis kelamin, agama, usia, tingkat pendidikan atau syarat lainnya. MLM juga, kecuali skema piramida, akan memberi imbal jasa yang sepadan kepada distributor yang aktif dan mampu membangun jaringan lebih baik dibandingkan distributor lain, termasuk sponsornya. Jadi pada MLM murni, seorang downline yang baik bisa memiliki penghasilan yang jauh lebih besar dibandingkan para upline-nya.

Yang menentukan suksesnya seseorang di bisnis MLM ini, adalah pengetahuannya, kemauannya, dan kemampuannya untuk selalu mengembangkan dirinya. Lalu dia harus memiliki banyak impian yang dituangkannya dalam daftar atau buku impian. Impian itu haruslah cukup besar dan menantang. Impian itu pun harus lebih besar atau setidaknya sama besar dibandingkan impian dari calon distributor yang akan di sponsori. Misalnya Anda tidak boleh menginginkan income sebesar Rp.50 juta per bulan, tetapi prospek Anda memiliki impian yang jauh lebih tinggi, misalnya Rp.100 juta atau bahkan Rp. 1 miliar per bulan.

Tetapi impian Anda itu janganlah hanya sekedar sebuah khayalan. Misalnya Leader terbaik di bisnis MLM saat ini mampu memiliki penghasilan Rp.1 miliar s/d Rp.2 miliar per bulan, maka adalah berlebihan apabila Anda memimpikan penghasilan sebesar Rp.1 triliun per bulan. Dalam hal ini Anda boleh saja memimpikan penghasilan Rp.5 miliar per bulan, karena kalau hanya 20% saja dari impian itu dapat diwujudkan, yaitu Rp.1 miliar per bulan, bukankah sudah cukup lumayan? Dengan menetapkan besarnya impian ini, Anda harus melihat bisnis MLM mana yang memungkinkan Anda merealisasikan impian Anda dalam jangka waktu yang Anda tetapkan itu. Salah satunya adalah program yang baru saja saya bangun dan tuangkan di website saya yang saya beri namaKoperasiJutawan.com.

Syarat lain yang mendukung terealisasinya impian Anda ini adalah, keyakinan bahwa suatu saat, entah kapan, impian itu pasti wujudnya menjadi penuh. Asal Anda tetap meyakininya dan tidak pernah berhenti, tetapi harus disertai pengembangan pribadi yang terus berkelanjutan. Apabila rata-rata pemain di MLM, menurut risetnya, hanya mampu mensponsori 2,97 orang, maka Anda harus bertekad untuk bisa mensponsori 10 x atau 100 x lebih banyak, dan menduplikasikannya kepada semua orang yang Anda sponsori untuk juga melakukan hal yang sama.

Lalu, kalau Anda sepakat dengan saya, kenapa tidak menjadikan MLM sebagai komplementer dari bisnis Anda lainnya? Bahkan, MLM bisa menjadi bisnis andalan Anda. Kalau tertarik, Anda dapat mengikuti artikel-artikel bisnis, khususnya bisnis MLM di artikel-bisnis.com.

Ditulis oleh Robert Tampubolon | Disadur dari : klik disini

Silahkan Berkomentar disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: