Sistem Informasi Debitur

Halo semuanya…

Suatu hari ada seorang teman yang SANGAT membutuhkan uang untuk melunasi tunggakan sekolah anaknya.

Karena bingung tidak bisa pinjam tetangga saudara teman dan lain sebagainya, dengan harap harap cemas dia memberanikan diri mengajukan permohonan hutang di sebuah bank.

Setelah berkas lengkap masuk, dan disurve oleh petugas, beberapa hari kemudian datang kembali petugas bank tersebut yang menyatakan bahwa pengajuan hutang nya ternyata DITOLAK!!!

Kaget dan Bingung dia terbata menanyakan kepada petugas nya :”Mas kenapa permohonan saya ditolak, padahal saya sudah melengkapi semua berkas dan saya cuma pinjem sedikit mas, gak ada lima juta, saya bener bener butuh banget loh mas, saya berniat sungguh-sungguh akan angsur teratur dan lancar mas…gimana ni mas..?

Dengan entengnya si petugas menjawab:”Terima kasih bapak telah bersedia melengkapi semua berkas yang dipersyaratkan, sayangnya pinjaman bapak di Bank A masih banyak dan belum lunas, serta angsuran per bulannya di sana bapak kurang lancar, kami tidak ingin menambah beban bapak lagi”

Hah…? Kok dia tau ya…?

begitulah sedikit potongan singkat dari kejadian yang mungkin anda atau teman tetangga atau saudara pernah mendengar ceritanya. Jadi memang sebagian besar Lembaga keuangan Bank dan Lembaga Keuangan Non Bank di Indonesia ini sudah saling berbagi informasi mengenai para debiturnya di instansi masing-masing.

Payung yang mereka gunakan bersama adalah Sistem Informasi Debitur atau biasa disingkat SID.  Hal ini sering lebih mudah diucapkan sebagai BI Checking.

Jika ada salah satu dari pembaca saat ini sedang berhutang atau membeli barang secara kredit di Dealer, maka ketahuilah bahwa nama anda ada di database Bank Indonesia di bagian Pusat Informasi Kredit (PIK) yang ada di Jakarta.

Semua Bank Umum (mis : BCA, MANDIRI, BNI, BRI dll) serta Bank Perkreditan Rakyat (mis: BPR BKK) serta Dealer Kendaraan bermotor (mis:FIF, Adira) ikut serta terkoneksi dalam sistem ini secara online.

Benar, secara Online, jadi sistem ini bekerja tidak dengan cara mencetak semua nasabahnya di masing2 instansi kemudian dikirim via jasa pengiriman ke jakarta, hehehe itu terlalu primitif mungkin ya…Tapi mereka bekerja menginput di instansi masing-masing dan di update datanya terus setiap bulan melalui jaringan internet. yah inilah bagian dari Internetisme, cara baru dalam menjalani hidup hehehe..

Apakah ini seluruh Indonesia..? Yup..ini seluruh Indonesia, jangan dikira yang dipeolosok2 sana tidak terkoneksi, bagi anda yang sudah terlanjur memiliki angsuran buruk di suatu bank dan ingin menghindari BI Checking dengan mengajukan hutang di daerah pelosok, yang dimungkinkan tidak ada koneksinya, anda salah.

Begitu dulu tulisan saya mengenai SID, ikuti terus tulisan saya mengenai hal ini di postingan selanjutnya…

Terima kasih telah menyediakan waktu untuk membaca postingan ini, silahkan berbaik hati meninggalkan koment untuk masukan saya…

 

 

Silahkan Berkomentar disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: