Tentang Sistem Informasi Debitur (seri ke-3 terakhir)

Oke sekarang kita lanjutkan perbincangan kita tentang Sistem Informasi Debitur yang biasa disingkat sebagai SID atau lebih umum dikatakan BI Checking.
Poin pada kali ini adalah pernyataan bahwa sehebat-hebatnya sebuah software atau sistem komputer, pasti ada kekurangannya juga, baik dari segi user atau manusia yang mengoperasikannya atau dari sistemnya sendiri yang memiliki bug atau kesalahan.

kita kilas balik dulu sedikit mengenai SID.
BI Checking adalah fasilitas yang sangat berguna sekali bagi para kreditur dalam hal ini bisa saja Bank UMUM atau BPR atau BPR Syariah dan juga Lembaga Keuangan Non Bank Lain yang mendaftarkan Badan usahanya ke Bank Indonesia sebagai peserta Pelapor Informasi Debitur dan berhak juga untuk meminta BI Checking.
BI Checking sendiri sebenarnya adalah berupa Informasi Debitur Individual yang bersumber dari laporan para Bank Pelapor berisikan :
1. Data Identitas dan Pendukung dari Debitur yang menjadi nasabahnya.
2. Data Informasi Kredit atau Pembiayaan yang diterima oleh nasabah tersebut berisikan sejarah pencairan, besarnya pencairan, awal kredit dan jatuh temponya, serta yang lebih penting lagi adalah riwayat angsuran yang telah terjadi.
3. Data Informasi Jaminan atau agunan yang disertakan dalam kredit.
4. Data Informasi Neraca dan Pengurus bagi debitur yang berbentuk badan usaha seperti PT atau CV dan Koperasi.
Dari isi Informasi Debitur Individual tersebut yang bisa dikatakan sangat penting adalah informasi mengenai riwayat angsuran nasabah, karena jika tertera disitu lancar, maka akan sangat menguntungkan bagi nasabah yang bersangkutan karena akan mempermudah proses pengajuan pinjaman ke Bank lain.
Namun jika isinya ternyata menyatakan adanya tunggakan sekian hari dan masuk kategori kurang lancar atau diragukan atau macet, maka pihak bank yang akan dimintai pinjaman tentunya akan memberi cap nasabah bermasalah sehingga tidak akan mengabulkan pengajuan pinjaman yang berasal dari nasabahyang bersangkutan.
Lalu bagaimana jika ada yang pernah menemui kasus bahwa si A (samaran) tidak pernah punya tunggakan macet di BANK ABC (samaran) tapi ternyata oleh BANK ABC dilaporkan memiliki tunggakan sekian bulan sehingga dinyatakan sebagai nasabah bermasalah sehingga sangat menyulitkan sekali bagi si A untuk berhutang di Bank Lain karena adanya kesalahan track record tersebut?
yah…namanya juga manusia…tempat salah dan lupa…
kita sebagai nasabah mau gimana lagi kl sudah terlanjur memiliki track record begitu jelek padahal kenyataanya kita lancar.
tapi apakah kita tidak bisa sama sekali berusaha sedikit untuk memperjuangkan hak kita?
ada. saran saya, segera datangi BANK ABC tersebut dan lakukan konsolidasi antara bukti angsuran anda yang rutin dibayarkan tiap bulan dan data yang dimiliki oleh BANK ABC.
Duduk diskusikan satu meja dan cari solusinya.
Jika memang setelah di rembug anda yang benar, anda berhak untuk meminta koreksi atas laporan yang telah di sampaikan ke BANK ABC mengenai data anda ke Pusat Informasi Kreditur Bank Indonesia Pusat.
Adapun denda yang diterima oleh BANK ABC tersebut adalah merupakan konsekuensi logis, jadi anda tidak perlu pusing2.
selanjutnya, segera lunasi hutang anda di situ dan pindah ke BANK lain.heheheh … saran ini si tambahan aja jadi jangan diambil beneran…
jadi begitu dulu tulisan dari saya…silahkan berbaik hati meninggalkan koment…trims

4 Tanggapan to “Tentang Sistem Informasi Debitur (seri ke-3 terakhir)”

  1. afan Says:

    oww.. bgtu yaa… suwun bro..

  2. Angga Setyawan Wibawo Says:

    Trims infonya, Tapi aku mau tanya , bgmn cara kita membersihkan diri dari BI Checking seumpama kita kena. Padahal kita g pernah macet cm pernah kita terlambat beberapa hari?
    Mungklin itu kesalahan yg dl. Tp skr kalau keadaan dah beda,kerjaan jg dah tetap?

    • MC Jeger Says:

      jika terlambat beberapa hari itu namanya macet juga😀. kalau udah di bayar tunggakannya udah bersih lagi, tapi dalam data tetap pernah tercatat bahwa pernah terlambat beberapa hari dalam pembayaran dimana pada akhirnya jadi lancar……
      yah kira2 seperti itu deh…….

  3. sony Says:

    kalau mau seting VPN untuk komputer SID gimana caranya? selama ini saya masih menggunakan dial up


Silahkan Berkomentar disini...

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: